Makalah
Kewirausahaan
NAME : MOHAMAD AGUNG DHARMAWAN
NPM : 14611552
CLASS : 2 SA01
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Paradigma pembangunan ekonomi
yang menitik beratkan pada pertumbuhan ekonomi selama orde baru ternyata
menimbulkan Over Heated Economic dan High Cost Economic yang berakhir dengan
krisis ekonomi yang ditandai dengan daya beli masyarakat turun demikian juga
perbankan dan dunia usaha mengalami kemuduran sehinga menimbulkan penambahan
pengangguran, inflasi yang tinggi dan menimbulkan kelimpungan dan kemiskinan.
Fenomena di atas menunjukan bahwa fundamental ekonomi kita
masih keropos, sehingga pelaku-pelaku ekonomi harus mencoba mempelajari dan
memperbaiki dari kekeliruan di atas. Koperasi sebagai salah satu pelaku ekonomi
yang dipandang cukup representatif dalam wadah perekonomian rakyat harus lebih
eksis. Sebagai upaya agar koperasi lebih berkembang maka, perlu adanya
Wirausaha Koperasi (Wirakop). Wirakop tidak bisa diartikan sebagai bakat
atau bawaan lahir dan tidak bisa dipelajari tetapi wirausaha koperasi diperoleh
dengan:
1. Memberikan kebebasan berusaha (dalam arti
kebebasan yang tidak mengganggu kepentingan orang lain).
2. Menciptakan kondisi lingkungan yang dapat
merangsang kegiatan inovatif.
3. Memberikan pendidikan dan pelatihan agar dapat
meningkatkan kompetensi para wirausaha tersebut.
Suatu
bangsa akan berkembang lebih cepat apabila memperepat kelompok wirausaha
memperluas lingkup kemerdekaan ekonomi yang memungkinkan tingkah laku wirausaha
dan berhasil yang menciptakan suatu lingkungan sosio ekonomi yang mendorong
para wirausaha ini secara optimal.
B. Rumusan masalah
Dari
uraian di atas maka dapat di simpulkan rumusan masalah yang akan dikaji yaitu:
a. Bagaimana pendidikan wirausaha
koperasi dapat mengupayakan pengembangan koperasi?
b. Apa Pentingnya Wirausaha Koperasi Dalam Pengembangan
Usaha Koperasi?
B.
Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu
agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara berwirausaha pada koperasi yang
baik dan benar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pendidikan
wirausaha dalam pengembangan koperasi
Sebagaimana
Undang-undang Dasar 1945 khususnya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
maka peranan pendidikan menjadi sangat penting mengenai hal ini dijelaskan
dalam Dasar-dasar Kependidikan Depdikbud (1998 : 80) sebagai berikut:
Pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan bangsa dan mengembangkan
manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat
jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap, mandiri serta memiliki rasa
tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Dari
uraian di atas sudah jelas menunjukan betapa pentingnya pendidikan bagi suatu
bangsa. Demikian pula untuk menjadi wirausaha koperasi seperti yang telah
diuraikan di atas tidak lahir begitu saja, tapi perlu melalui pendidikan dan
latihan, sehingga bisa melahirkan wirausaha koperasi yang mampu mengembangkan
koperasi yang mampu memecahkan krisis ekonomi yang terjadi.
Ø
Pengertian Kewirausahaan
Definisi dari Kewirakoperasian adalah suatu sikap
mental positif dalam berusaha secara kooperatif dengan mengambil prakarsa
inovatif secara keberanian mengambil resiko dan berpegang teguh pada prinsif
identitas koperasi dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta
peningkatan kesejahteraan.
Dari definisi tersebut terkandung beberapa unsur yang patut
diperhatikan:
B.
Pentingnya Wirausaha Koperasi Dalam
Pengembangan Usaha Koperasi
Untuk mempertahankan keberhasilan koperasi dan
menciptakan kompetitif koperasi sehingga ada pengembangan usaha koperasi maka
tugas wirakop adalah menciptakan keunggulan bersaing koperasi dibanding dengan
organisasi usaha pesaingnya.
Ø Keunggulan tersebut dapat diperoleh sebagai
berikut:
·
Mendudukan koperasi sebagai
pengusaha yang kuat dipasar.
Bila
para petani bersatu membentuk koperasi, maka koperasi tersebut mempunyai
kedudukan yang kuat dipasar. Bila masing-masing koperasi primer yang anggotanya
para petani tersebut membentuk koperasi ditingkat atasnya (koperasi sekunder)
maka koperasi yang terbentuk akan mempunyai posisi yang kuat dipasar yang lebih
luas demikian seterusnya bila koperasi sekunder membentuk koperasi tersier dan
antara koperasi tersier membentuk lagi yang lebih atasnya, maka koperasi akan
mempunyai kedudukan yang kuat di dalam pasar yang sangat luas. Dengan kata lain
kekuatan penawaran di pasar dapat diperoleh melalui integrasi vertikal ke hulu
atau ke hilir. Integrasi ini sangat dimungkinkan bagi koperasi karena para
petani anggota koperasi menguasai input/bahan baku untuk keperluan produksi di
tingkat atasnya. Tugas wirakop dalam hal ini adalah meningkatkan efisiensi
koperasi melalui integrasi vertikal denga cara: memiliki kemampuan inovasi yang
lebih tinggi daripada kemampuan yang dimiliki sekarang agar dapat memberikan
keuntungan khusus yang dihasilkan dari teknologi baru metode organisasi yang
lebih baik atau barang dan jasa yang ditingkatkan.
·
Kemampuan Dalam Menekankan Biaya Transaksi
Tugas wirakop yang kedua ini adalah menekan
biaya transaksi yaitu biaya total dari penjumlahan nilai ekonomis sumber-sumber
yang digunakan. Setiap ekonomis dibagi menjadi biaya transaksi dan
transformasi. Biaya tranformasi adalah biaya yang berhubungan dengan pengubahan
input dan output. Biaya transaksi muncul jika input (tenaga kerja, tanah,
modal, keahlian kewirausahaan rutin) digunakan untuk menghasilkan transaksi
atau dalam pertukaran.
Sebagai contoh koperasi kredit harus bersaing
menghadapi dua arah. Pertama menghadapi agen-agen dalam pasar keuangan informal
(linah darat) dan kedua lembaga keuangan yang fomal (bank, bdan-badan
pemerintah) lalu bagaimana agar koperasi dapat berhasil.
Koperasi
kredit harus bersaing menghadapi dua arah tadi. Koperasi dapat berhasil jika
pengelolaan dilakukan dengan biaya transaksi yang rendah daripada biaya
pesaingnya. Kemudian koperasi kredit dapat meneruskan biaya transaksi dibawah
biaya transaksi para pesaingnya. Koperasi adalah milik orang-orang yang
dilayani (prinsif identitas) pemilik dan pemakai jasa yang dihasilkan oleh
usaha tersebut adalah orang yang sama.
Koperasi kredit dimilki oleh para pengaju
pinjaman oleh karena itu tugas wirakop melakukan evaluasi mengenai anggota yang
patut mendapat pinjaman. Pertama, gunakanlah informasi non formal dan formal
yang terperinci menganai para anggota; Kedua, buatlah ketentuan koperasi yang
memberikan dorongan kuat untuk menghormati kewajiban membayar pinjaman pokok
serta bunganya, sehingga kemungkinan menekan biaya transaksi pada koperasi
dapat dilakukan karena:
·
Pada Pentingnya Wirausaha Koperasi Dalam Pengembangan Usaha Koperasi
terdiri dari beberapa bagian yang
mesti kita lakukan agar dapat melancarkan wirakop tersebut :
1. Pemanfaatan Interlinkage Market
Interlinkage Market
adalah hubungan transaksi antara pelaku di pasar. Seorang produser membutuhkan
input dari penghasil input (rumah tangga konsumen) dan membutuhkan modal dari
pemberi kredit. Bila produsen menghasilkan pendapat itu akan digunakan untuk
membeli input. Membayar utang dan mungkin ditabung. Bila penghasil input
membentuk koperasi, misalnya koperasi penjual, para produsen membentuk
koperasi, misalnya koperasi penjualan, para produsen membentuk koperasi
produsen dan para pemberi kredit mendirikan koperasi produsen, koperasi
penjualan dengan koperasi simpan pinjam dan koperasi dengan koperasi simpan
pinjam akan mengurangi biaya transaksi tersebut karena koperasi akan terhindar
dari sistem ijon dan rentenir. Kemudian ini bisa diraih mengingat misi koperasi
tidak sepenuhnya memperoleh keuntungan yang banyak tetapi juga mempunyai misi
sosial. Tugas wirakop disini mencipatakan kejasama saling menguntungkan
diantara pelaku dalam interlinkage market tersebut.
2. Pemanfaatan Trust Capital
Trust Capital secara sederhana
diartikan sebagai pengumpul modal. Hal ini dimungkinkan terjadi pada koperasi
karena yang tadinya dilakukan sendiri-sendiri oleh para anggotanya sekarang
dikelola secara bersama-sama dengan anggota lainnya, semakin banyak anggota
semakin banyak/besar modal yang terkumpul dan semakin kuat kedudukan modal
usaha koperasi, sehingga kemampuan koperasi dalam bersaing dengan pesaing
lainnya semakin kuat.
Tugas wirakop disini adalah
mengelola modal tersebut secara efisien dan meningkatkan peranan anggota modal
tersebut secara efisien dan meningkatkan peranan anggota dalam menigkatkan
partisipasi secara intensif dalam pemanfaatan atas jasa pelayanan koperasi dan
partisipasi kontributif dalam pembentukan modal yang baru.
3. Pengendalian Ketidakpastian
Koperasi modern merupakan hasil
perluasan sistem pasar yaitu komersialisasi, mekanisasi dan inovasi.
Peningkatan ketidakpastian akan menyebabkan peningkatan biaya transaski.
Ketidakpastian akan menimbulkan pergeseran yang lambat kearah model penyerapan
ketidakpastian sedangkan pembayaran ketidakpastian yang rendah dapat
diasuransikan dengan membayar premi asuransi. Tetapi dalam koperasi dapat
melakukan suatu pengurangan atau penyerapan ketidakpastian sambil memelihara
keberadaan anggota yang bebas berperan sebagai produsen maupun konsumen
barang-barang yang dapat diperjual belikan, sehingga koperasi dalam
mengendalikan ketidakpastian sangat memungkinkan mengingat adanya pasar
internal maka:
Koperasi menginternalisasikan
transaksi-transaksi pasae sehingga ketidakpastian yang berhubungan transaksi
tersebut dapat dikurangi.Sisa ketidakpastian transaksi koperasi dengan
lingkungannya ditanggung oleh kelompok koperasi, oleh karena itu koperasi
berfungsi sebagai jenis Sockbreaker. Karena koperasi milik anggota dan amggota
memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh koperasinya maka secara tidak mungkin
para anggota merugikan koperasinya sendiri dalam hal transaki, hanya saja ini
bisa terjadi jika koperasi memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan
anggotanya. Tugas wirakop dalam hal ini meningkatkan pelayanan terhadap anggotanya
denga jalan menyediakan barang-barang atau jasa-jasa yang sesuai dengan
kebutuhannya.
4. Penciptaan Inovasi
Inovasi penyebab
keunungan koperatif, karena penyebab utama biasanya berhubungan dengan kegiatan
inovasi. Inovasi pada koperasi sangat dimungkinkan mengingat banyak pihak yang
berkompeten di dalan tahap pertumbuhan koperasi. Tugas wirakop dalam hal ini
menciptakan inovasi-inovasi yang berasal dari anggota atau manager sangat
diperlukan terutama pada saat koperasi mengalami stagnasi. Untuk membangkitkan
kembali koperasi dari kelesuan diperlukan wirakop-wirakop yang altruitis dan
andal. Dikatakan altruitis karena seorang wirakop harus mementingkan
kepentingan orang lain dibandingkan dirinya, sedangkan wirakop yang andal
sangat diperlukan karena koperasi mempunyai dua misi.
Suatu kegiatan koperasi
dianggap inovatif bila:
1.
Melibatkan kegiatan baru bagi
organisasi koperasi.
2.
Diciptakan secara internal
(dari dalam)
3.
Meliobatkan kemungkinan resiko gagal
yang lebih tinggi, atau kemungkinan rugi lebih besar dibandingkan dengan bisnis
yang digeluti sekarang.
4.
Memiliki karakteristik dimana
ketidakpastian lebih besar dibandingkan dengan bisnis yang sedang digeluti.
5.
Akan dikelola secara terpisah
selama umur proyek
6.
Diselenggarakan untuk maksud
meningkatkan produktivitas atau kualitas produk.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Tugas wirasusaha koperasi yang
utama adalah menciptakan inovasi yang dapat memberikan perubahan yang positif
dalam organisasi usaha. Seorang inovator yang sejati tidak akan pernah berhenti
mencari perubahan dan memanfaatkannya sebagai peluang.
2. Keberhasilan
inovasi akan sangat ditentukan oleh kemampuan dan kemauan wirausaha
koperasi, disamping kebebasan bertindak dari wirausaha koperasi taadi. Tingkat
kemampuan dan motivasi yang tinggi dari wirausaha koperasi yang dibarengi
dengan kebebasan bertindak (sepanjang tidak merugikan orang lain) dari
wirausaha tadi akan memungkinkan tugas wirausaha dapat dilaksanakan dengan
baik.
3. Keberhasilan seorang wirausaha
koperasi tidak dapat dilihat dalam jangka pendek tetapi bertahap dalam jangka panjang.
Koperasi-koperasi besar yang tumbuh dewasa ini banyak yang bermula dari
koperasi-koperasi yang mengelola unit-unit usaha kecil tetapi para anggota dan
pengurusnya mempunyai jiwa wirausaha yang dapat memanfaatkan setiap peluang.
4. Pertumbuhan suatu koperasi
sangat tergantung pada kemampuan para wirausaha koperasi dalam menciptakan
inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi anggotanya. Wirausaha koperasi ini
tidak saja berasal dari dalam koperasi itu sendiri seperti anggota dan manajer,
tetapi juga berasal dari luar yaitu birokrat dan katalis. Wirausaha koperasi
yang berasal dari dalam pada umumnya tidak mempunyai kebebasan untuk bertindak
meskipun diantara mereka ada yang mempunyai kemampuan dan kemauan untuk
menciptakan inovasi-inovasi baru.
5. Wirausaha koperasi yang berasal
dari birokrat pada umumnya juga tidak mempunyai kebebasan untuk bertindak
karena kadang-kadang membawa misi tertentu dari pemerintah dan kegiatannya
terikat pada ketentuan-ketentuan yang berlaku. Pada akhirnya yang paling
menentukan pada perkembangan koperasi secara makro sebenarnya adalah para
katalis, kendatipun insentif yang dinikmati mereka relatif kecil.
R Referensi
h http://infoterbaru013.blogspot.com/2012/12/makalah-kewirausahaan-lengkap.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar